ILMU BUDAYA DASAR (M4)

 Pengertian Budaya Dasar



            Ilmu budaya dasar adalah suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat .


 


Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.


 


Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan


1.Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam


2.Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran


3.Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi


4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional


 


Tujuan Ilmu Budaya Dasar



Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:


1.Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.


2.Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.


3.Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.


4.Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.


5.Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.


6.Menimbulkan minat untuk mendalaminya.


7.Mcndukung dan mcngcmbangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.


8.Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.


9.Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.


10.Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.


11.Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.


12.Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.


13.Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.


14.Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.


15.Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pendidikan.


 


Cabang – cabang Ilmu yang berhubungan dengan Ilmu Budaya Dasar


Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :


a. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.



b. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.


c. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.


 


Perbedaan antara IBD dan IPS


Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial, yaitu :


· Ilmu Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan pada tingkat pendidikan dasar maupun tingkat pendidikan lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.


· Ilmu Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya tidak memiliki kelompok mata pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kelompok dari sejumlah mata pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan lain-lain.


· Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.


 


Persamaan antara IBD dan IPS


Persamaan dari keduanya antara lain adalah :


· Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran


· Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri


· Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan permasalahan sosial


 


Unsur-Unsur yang Membangun Manusia


Terdapat dua pandangan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, yaitu :


Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu :


1.      Jasad : badan kasar manusia yang tampak dari luar, dapat diraba dan menempati ruang


2.      Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai gerak


3.      Ruh : bimbingan tuhan yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran


4.      Nafs : kesadaran tentang diri sendiri


Manusia sebagai suatu kepribadian memiliki 3 unsur, yaitu :


1.      Id : merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak.   Merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional


2.      Ego : bagian yang pertama kali dibedakan dengan ID,  disebut kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti orang lain


3.      Super Ego : kepribadian yang muncul paling akhir sekitar usia 5 tahun. Super Ego terbentuk dari lingkungan ekternal. Super Ego merupakan kesatuan standar moral yang diterima ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas dalam lingkungan luar diri


Hakikat Manusia


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hakikat memiliki arti intisari atau dasar. Selain itu, hakikat juga memiliki arti sebagai kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya. Jadi dapat di katakan bahwa hakikat manusia adalah dasar atau kenyataan dari manusia itu sendiri. Namun di lain sisi, manusia memiliki pengertian yang berbeda. Manusia menurut beberapa tokoh atau teori sangatlah bervariasi. Menurut Notonagoro, manusia adalah makhluk monopluralis, artinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raga. Dalam arti ini, aspek jiwanya meliputi cipta, rasa dan karsa


 


Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain


Manusia pada hakikatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Mereka berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain. Perbedaan yang paling mendasar antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan makhluk lain hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.


Kepribadian Bangsa Timur


Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Kepribadian bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut budaya dari Timur (Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat di daerah Timur. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat karena bangsa Timur tidak individualis dan saling tolong menolong. Kepribadian bangsa Timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur.




 Bagan Psiko-Sosiogram Manusia






Bagan Psiko-Sosiogram


Keterangan :

* Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan. Contohnya : impian atau cita-cita yang diinginkan



* Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya. Contohnya : perasaan benci terhadap seseorang. Perasaan itu ada dalam keadaan kita sadar, namun secara tidak langsung hal itu tidak dinyatakan terang-terangan didepan seseorang yang dibencinya. Perasaan itu terkadang hanya bergemelut didalam hatinya dan pikirannya sendiri tanpa ada yang mengetahuinya.



* Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.



* Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekananbatin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.



* Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.



* Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jarak jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Contohnya : sebuah keputusan yang harus diambil seseorang ketika dia dalam sebuah masalah besar yang dihadapinya. Keputusan tersebut begitu cepat diseleksi dalam otaknya.



* Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan lingkaran nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh. Contohnya : anggapan pelajar indonesia yang tak pernah ke luar negeri tentang jepang.


 


Definisi Kebudayaan


Budaya atau  kebudayaan berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu “buddhayah” yang dapat diartikan sebagai hal – hal yang berhubungan dengan budi dan akal manusia.

Sedangkan pengertian kebudayaan secara umum yaitu cara hidup yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu di daerah mereka tinggal. Walaupun aturan atau cara hidup tersebut tidak tertulis, budaya dapat bersifat memaksa dan juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Menurut sumber lainnya, Kebudayaan merupakan hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Ruang lingkup pembahasannya mencakup banyak aspek kehidupan seperti hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan, susila, moral, dan juga keahlian.


 


Tokoh-Tokoh Kebudayaan


1.      Koentjaraningrat


2.      Ki Hajar Dewantara


3.      Soelaeman Soenardi dan Selo Soemardjan


4.      Dr. Mohammad Hatta


5.      Parsudi Suparlan


6.      Haji Agus Salim


7.      Effat Al–Syarqawi


8.      Harjoso


 


Tujuh Unsur Kebudayaan Universal


1.      Kesenian .


Pada saat memenuhi kebutuhan fisik manusia juga membutuhkan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga terciptanya kesenian yang bisa memuaskan. kesenian merupakan hasil karya manusia yang mengandung sisi estetika dan keindahan.


2.      Sistem Teknologi dan Peralatan.


Sistem yang timbul sebab manusia bisa membuat barang-barang dan sesuatu yang baru supaya bisa memenuhi keperluan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lainnya.


3.      Sistem Kemasyarakatan


Sistem yang muncul sebab kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna tetapi tetap mempunyai kelemahan serta kelebihan masing–masing antar individunya sehingga akan timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.


4.      Unsur Bahasa


Sesuatu yang berasal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah menjadi lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan telah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.


5.      Sistem Ekonomi dan Mata Pencaharian Hidup


Sistem yang timbul sebab manusia bisa membuat barang-barang dan sesuatu yang baru supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.


6.      Sistem pengetahuan


Sistem yang ada sebab setiap manusia mempunyai akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan memperoleh sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan supaya yang lain juga mengerti.


 


 


7.      Sistem Kepercayaan


Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul sebab kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.


Perbedaan Kebudayaan dalam Dua Bentuk Wujud


Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama yaitu :



1. Kebudayaan Material adalah kebudayaan yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Contoh kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi yaitu : mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. 



2. Kebudayaan Nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya dongeng, cerita rakyat, lagu, dan tarian tradisional.


 


Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya


1.      Gagasan (Wujud Ideal)


Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak.


2.      Aktivitas (Tindakan)


Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.


3.      Artefak (Karya)


Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.


 


Lima Masalah Pokok Kehidupan Manusia dalam Sistem Nilai Budaya


1.      Hakekat Hidup Manusia (MH)


Masyarakat dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan dalam memahami arti dari hidup. Hal ini mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Namun, banyak kebudayaan yang menganggap hidup itu baik. Jadi, variasi budaya mempengaruhi pemikiran-pemikiran manusia.


2.      Hakekat Kerja atau Karya manusia (MK)


Terdapat beberapa manusia yang menganggap kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk bertahan didalam kehidupan (survival). Namun, ada yang bekerja untuk mendapatkan pangkat, jabatan, bahkan ada yang berpikir bekerja untuk meninggalkan prestasi. Bukan harta yang dicari, namun status sosial yang dimiliki setiap individu.


3.       Hakekat Kedudukan Manusia dalam Ruang dan Waktu (WM)


Masalah ini memiliki fokus dalam waktu. Ada budaya yang harus menganggap penting masa lampau, ada yang memperhatikan masa kini adalah yang terpenting sebuah tujuan perjuangannya, dan ada budaya yang melihat jauh ke depan. Hal ini mempengaruhi masyarakat dalam menentukan perencanaan hidupnya dikarenakan perbedaan pendapat dalam pemahaman dimensi waktu.


4.      Hakekat Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar (MA)


Masalah ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaiknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk di kuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dalam alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.


5.      Hakekat dari Hubungan Manusia dengan Manusia Sesamanya (MN)


Masalah yang ke lima menyangkut tentang interaksi antar manusia. Banyak kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak. Ada budaya yang menganggap kedudukan secara horizontal, dimana cenderung memikirkan hak asasi manusia. Sedangkan ada budaya yang menganggap kedudukan secara vertikal, dimana terciptanya pengembangan orientasi keatas (senioritas).


 


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru


* Unsur kebudayaan baru dapat masuk apabila tidak bertentangan dengan kepercayaan dan agama masyarakat setempat.

* Masyarakat yang sudah terbiasa melakukan kontak dengan orang dari luar daerahnya memungkinkan unsur budaya baru masuk dengan mudah.

* Sudah adanya budaya lain yang masuk sebagai landasan sehingga masyarakat dapat menerima budaya baru tersebut.

* Struktur sosial masyarakat atau pemerintahan suatu daerah yang terlalu menekan masyarakat sehingga sulit menerima budaya baru.

* Unsur budaya baru yang berguna atau bermanfaat bagi masyarakat cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat.


 


Penyebab Terjadinya Gerak atau Perubahan Kebudayaan


* Adanya penemuan baru di dalam masyarakat yang dinilai bermanfaat sehingga budaya lama ditinggalkan.

* Perubahan jumlah penduduk seperti kematian, kelahiran dan migrasi. Perpindahan penduduk yang cenderung menyebabkan berubahnya budaya, masyarakat pendatang biasanya membawa budaya asalnya.

* Konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat juga dapat menyebabkan perubahan budaya.

* Masuknya budaya asing melalu media massa yang dirasa menarik dan lebih modern sehingga masyarakat mengikuti budaya luar tersebut.

* Revolusi suatu negara §Perubahan Lingkungan alam, misalnya disebabkan oleh bencana alam.


 


Hubungan antara Manusia dan Kebudayaan


Budaya dalam kehidupan manusia sangatlah erat kaitannya. Manusia sebagai makhluk sosial menciptakan budaya mereka sendiri dalam kehidupan bermasyarakat dan tetap menjaganya secara turun-menurun.

Lebih ringkasnya hubungan manusia dengan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan yang menjadi objek dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Dalam dunia sosiologi, manusia dan kebudayaan disebut sebagai dwitunggal, yaitu walaupun keduanya berbeda namun satu kesatuan yang utuh, ketika manusia menciptakan kebudayaan, kebudayaan itu tercipta oleh manusia


 


Contoh Tentang Hubungan antara Manusia dan Kebudayaan


Kita dapat melihat contoh nyata hubungan antara manusia dengan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja masyarakat dari desa biasanya hanya meniru atau mengikuti budaya yang di lakukan masyarakat dari kota tanpa memikirkan sisi positif dan negatifnya, mereka hanya berfikir bahwa budaya kota itu lebih maju dan harus mereka jadikan contoh.

Contoh lain misalnya hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.


 


 


Pengertian Dialektis


Dialektika adalah Ilmu Pengetahuan tentang hukum yang paling umum yang mengatur perkembangan alam, masyarakat, dan pemikiran. Sedangkan metode dialektis berarti investigasi dan interaksi dengan alam, masyarakat dan pemikiran.



Dialektika menjelaskan alam suatu materi (benda). Khususnya mempelajari fenomena akan ‘pergerakan’ dan ‘interrelasi’ mereka, bukannya ke-terasingan dan ke-statisannya. ‘Pergerakan’ dan ‘interrelasi’ (saling berhubungan) adalah dua prinsip paling general dari dialektika.

Konsep ‘interelasi’ adalah prinsip paling umum untuk menerangkan tentang perkembangan dan fungsi suatu materi. Bahwa sifat saling bergantungan adalah bentuk universal dari semua kenyataan. Semua yang nampak di dunia ini merupakan rangkaian dari satu materi. Misalnya, perbedaan fenomena alam atau sosial, saling bergantung dengan perbedaan alam atau masyarakatnya.



Masyarakat dan kebudayaan adalah contoh hubungan yang bersifat dialektis, artinya antara hakikat yang terdapat pada manusia itu berpengaruh dan mempengaruhi hakikat yang ada pada kebudayaan. Kebudayaan merupakan desain kehidupan manusia (design for living). Hubungan masyarakat dan kebudayaan yang bersifat dialektis ini sering disebut dengan Dialektika Budaya.


 


Tiga Tahap dalam Proses Dialektis


1.      Eksternalisasi


Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.


2.      Obyektifitas


Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif yaitu suatu kenyataan yang terpisah dalam manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian, masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.


3.      Internalisasi


Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya, manusia mempelajari kembali masyarakat sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehinga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Manusia dan Keadilan

TUGAS 13/11/20 ILMU SOSIAL DASAR